ENERGI   1 comment

POTENSI ENERGI BARU TERBAHARUKAN KABUPATEN ENREKANG

  1. POTENSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO (PLTMH)

 

Pada Bagian Utara Kabupaten Enrekang oleh Allah SWT dianugerahi Potensi Air yang melimpah oleh karena di Kabupaten Enrekang terdapat Pegunungan Latimojong (Gunung tertinggi di Pulau Sulawesi) dimana mengalir Sungai-sungai besar dan kecil diantaranya : Sungai Saddang, Sungai Mata Allo, Sungai Tabang, Sungai Pasui, Sungai Baraka dan sungai-sungai kecil lainnya yang airnya mengalir sepanjang tahun.

Potensi Sungai ini dapat dibangun PLTA, PLTM dan PLTMH dengan kapasitas dari 300 MW (Potensi PLTA Batu), PLTM Belajen (Potensi 2 x 3,5 MW)  hingga PLTMH yang berpotensi dari 500 kw (PLTMH Baruka)  – 20 kw (Potensi PLTMH Latimojong).

  1. POTENSI PLTS

 

Pada bagian Selatan dari Kabupaten Enrekang dianugerahi pedataran yang sangat luas, hal ini sangat menunjang penyinaran matahari sangat maksimal,  olehnya itu untuk memenuhi kebutuhan energi listrik pada daerah ini diperlukan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

  1. POTENSI BIOGAS

 

Potensi biogas (khususnya untuk kotoran ternak) di Kabupaten Enrekang tersebar di hampir seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Enrekang dengan jumlah populasi ternak khususnya Ternak Sapi Perah berjumlah 1.300 ekor dan sapi penggemukan 2.600 ekor.

REALISASI PELAKSANAAN PROGRAM UNGGULAN PEMANFAATAN POTENSI ENERGI BARU TERBAHARUKAN DI KABUPATEN ENREKANG.

A. PEMBANGUNAN PLTMH

Pembangunan PLTMH di Kabupaten Enrekang diawali pada Akhir Tahun 2005 kerjasama antara Kementerian Koperasi RI dan Pemerintah Kabupaten Enrekang untuk membangun PLTMH Bungin 90 kw dengan dana Rp.1.388.500.000 (1 Milyar dari Kementerian Koperasi RI dan 388.500.000 dana APBD Kab. Enrekang) untuk 265 rumah yang ditempatkan pada Ibukota Kecamatan Bungin dimana Kecamatan tersebut belum menikmati listrik saat itu.
Selanjutnya dengan keuletan Bapak Bupati Enrekang Haji La Tinro La Tunrung melakukan lobi hingga ke Pemerintah Pusat (beberapa Departemen) maka pada tahun 2006 s/d 2007 Pemerintah Kabupaten Enrekang membangun beberapa PLTMH yaitu :

1. PLTMH Tanete 20 Kw (Kecamatan Maiwa) Kerjasama Pemda dan BB TTG LIPI Subang, tahun 2005 (Untuk 100 rumah)

2. PLTMH Bongso 80 Kw (Kecamatan Buntu Batu) Kerjasama Kementerian PDT RI dan Pemda Kabupaten Enrekang, tahun 2006 (untuk 365 rumah)
Bantuan dari Kementerian PDT RI hanya untuk 20 Kw dengan kerjasama Pemda Kabupaten Enrekang PLTMH Bongso dibangun menjadi 80 kw.

3. PLTMH Leon 20 Kw (Kecamatan Enrekang) Bantuan LSM Jerman, tahun 2006, (untuk 120 rumah).

4. PLTMH Palakka 50 Kw (Kecamatan Maiwa) Kerjasama Pemda dan BB TTG LIPI Subang tahun 2007, (untuk 150 rumah)

5. PLTMH Ledan 70 Kw (Kecamatan Buntu Batu) Kerjasama Kementerian PDT RI dan Pemda Kabupaten Enrekang, tahun 2007 (untuk 313 rumah)
Bantuan dari Kementerian PDT RI hanya untuk 22 Kw dengan kerjasama Pemda Kabupaten Enrekang PLTMH Ledan dibangun menjadi 70 kw.

6. PLTMH Parombean 70 Kw (Kecamatan Curio) Kerjasama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemda Kabupaten Enrekang, tahun 2007 (untuk 215 rumah)
Bantuan dari Pemrov Sulsel hanya untuk 25 kw dengan kerjasama Pemda Kabupaten Enrekang PLTMH Parombean dibangun menjadi 70 kw.

7. PLTMH Bungin 90 Kw (Kecamatan Bungin) kerjasama Kementerian Koperasi RI dan Pemerintah Kabupaten Enrekang tahun 2005 (untuk 265 rumah), dilakukan penambahan jaringan sepanjang 9 km menggunakan dana APBD Kab.Enrekang pada tahun 2008 (untuk 504 rumah)

8. PLTMH Baringin 30 Kw (Kecamatan Maiwa) kerjasama Program PNPM dengan Pemda Kabupaten Enrekang tahun 2007 (untuk 100 rumah)

9. PLTMH Tallang Rilau 62 Kw (Kecamatan Bungin) kerjasama Kementerian PDT RI dengan Pemda Kabupaten Enrekang tahun 2008 (untuk 306 rumah)
Bantuan dari Kementerian PDT RI hanya untuk 22 Kw dengan kerjasama Pemda Kabupaten Enrekang PLTMH Tallang Rilau dibangun menjadi 62 Kw.

10. PLTMH Bulo/Asaan 90 Kw (Kecamatan Buntu Batu) Pemerintah Sulawesi Selatan dan Pemda Kabupaten Enrekang, tahun 2008 (untuk 259 rumah)
Bantuan dari Pemprov Sulsel hanya 45 kw, dengan kerjasama Pemda Kabupaten Enrekang PLTMH Bulo/Asaan dibangun menjadi 90 kw.

11. PLTMH Karangan Desa Latimojong (Kecamatan Buntu Batu) 40 Kw menggunakan dana APBD Kabupaten Enrekang tahun 2008 (untuk 70 rumah)
12. PLTMH Labuku 34 Kw (Kecamatan Maiwa) tahun 2009 Kementerian PDT RI tahun 2009 (untuk 150 rumah)

13. Penambahan Jaringan PLTMH Bungin sepanjang 9 km, menggunakan dana APBD Kab.Enrekang TA.2008, Tahun 2008, (untuk 504 rumah) terdiri dari 3 Desa yaitu Desa Bungin, Desa Baruka, dan Desa Sawitto (Perumahan Resettlemen).

14. PLTMH Limbuang (Kecamatan Maiwa) 40 kW, menggunakan dana Kementerian Koperasi dan APBD Kab.Enrekang TA.2010 (untuk 90 rumah)

15. Jaringan Transmisi, Distribusi, dan Instalasi Rumah PLTMH Labuku, menggunakan dana Kementerian Koperasi dan APBD Kab.Enrekang TA.2010

Jumlah rumah yang telah menikmati listrik dengan sumber energi PLTMH yaitu : 2.978 Rumah

Jumlah Energi Listrik dari 13 PLTMH : 696 kW

B. PEMBANGUNAN PLTM

1. PLTM Belajen (dikerjakan oleh PT. Sulawesi Indo Energy)
Pekerjaan sampai pada sosialisasi pembebasan lahan
Lokasi : Desa Belajen
Kecamatan : Alla
Kabupaten : Enrekang
Propinsi : Sulawesi Selatan
Koordinat : E 119o49’35” – 119o49’57” dan S 3o19’01” – 3o19’34”
Luas Hydrology : 14,7 Km2
Sungai : Mata Allo
Luas DAS : 245 Km2
Debit : 10m3/detik
Tinggi Jatuh : 98 m
Curah Hujan : ± 1770 mm/thn
Kapasitas : 2 x 4150 KW

2. PLTM Baruka (dikerjakan oleh PT.Haji La Tunrung L&K)
Lokasi : Dusun Baruka
Desa Baruka : Baruka
Kecamatan : Bungin
Kapasitas : 2 x 1,5 MW
Debit : 5,5 m3/detik
Sungai : Tabang

3. PLTA Bonto Batu (dikerjakan oleh PT.Sulawesi Mini Hydro Power)
Lokasi : Tontonan
Kelurahan : Tanete
Kecamatan : Anggeraja
Kapasitas : 100 MW

4. PLTM Batu (dikerjakan oleh PT. Topniche Energy Indonesia)
Koordinat : E 119o45’8,8” dan S 3o29’24,06”
Desa : Buttu Batu
Kecamatan : Enrekang
Kapasitas : 2 x 100 MW

C. PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS)

Pembangunan PLTS di Kabupaten Enrekang diawali pada Akhir Tahun 2005 ketika itu Bapak Bupati Haji La Tinro La Turung melakukan MoU dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi RI (BPPT – RI) untuk memperoleh bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya sebanyak 100 Unit dengan pola ”sharing cost”.
Dengan keberhasilan tersebut Pemda Kabupaten Enrekang melalui kepemimpinan Bapak Bupati Enrekang Haji La Tinro La Tunrung telah menyediakan penerangan Listrik berupa PLTS bagi masyarakat kabupaten Enrekang dari tahun 2005 s/d 2007 dengan pola ”sharing cost” berjumlah : 793 Unit dengan rincian sebagai berikut :

1. Bantuan BBPT 100 tahun 2005
2. Bantuan Pemprov Sulsel untuk mesjid 10 unit tahun 2005
3. Bantuan Pemprov Sulsel 20 unit tahun 2005
4. Bantuan Kementerian PDT RI 2 Unit (PLTS 100 Wp + TV) tahun 2006
5. Bantuan Pemprov Sulsel 200 unit tahun 2006
6. Bantuan Program Lisdes Sulawesi Selatan 240 Unit, tahun 2006
7. Pengadaan Pemda Kab. Enrekang melalui APBD 2006 31 Unit
8. Bantuan Pemprov Sulsel untuk mesjid 20 unit tahun 2007
9. Bantuan Pemprov Sulsel 200 unit tahun 2007

D. PEMBANGUNAN BIOGAS (BIOGAS KOTORAN SAPI)

Pada tahun 2005 terjadi krisis minyak tanah, yang berdampak juga di Kabupaten Enrekang. Ketika itu Bapak Bupati Enrekang Haji La Tinro La Tunrung memerintahkan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi kab. Enrekang Bapak Drs. Andi Hamzah, M.Si,. Untuk mencoba mengembangkan Kompor Biogas dari kotoran sapi. Akhirnya pada tahun 2006 dilakukan pemasangan 10 unit kompor Biogas dan 3 Unit Generator Set untuk pembangkit listrik Biogas. Masyarakat Kab. Enrekang khususnya para peternak sapi perah sangat antusias. Karena untuk memasak susu untuk dijadikan ”Dangke” (makanan khas Enrekang dari susu yang dipadatkan) tidak lagi memerlukan minyak tanah dan gas elpiji.

Tahun 2007 Bapak Bupati Enrekang Haji La Tinro La Tunrung mencanangkan pemakaian biogas untuk para peternak sapi perah dan sapi penggemukan dengan semboyan ”BIOGAS YES MINYAK TANAH NO”.

Pada tahun 2007 melalui Dinas Tata Ruang dan Lingkungan Hidup telah menyiapkan biogas sebanyak : 18 unit dan Dinas Pertanian Daerah menyiapkan 12 unit.

Tahun 2008 melalui Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Enrekang mengalokasikan dana pada APBD Tahun Anggaran 2008 untuk 20 Biogas.
Tahun 2009 melalui Dinas Pertambangan dan Energi dan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Enrekang mengalokasikan dana pada APBD Tahun Anggaran 2009 untuk 40 Biogas.

Hingga tahun 2009 Biogas di Kabupaten Enrekang berjumlah 100 unit untuk Kompor Biogas dan 3 Unit untuk generator Biogas. (data Terlampir)
Total :
* Rumah yang telah memanfaatkan PLTMH dan PLTS serta Genset Biogas berjumlah :
4.301 Rumah (4.271 Rumah + PLN)
* PLTS Untuk Mesjid : 30 Mesjid

NO

ALOKASI

SUMBER DANA

TOTAL

KETERANGAN

BANTUAN

APBD II

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

PLTMH BUNGIN

PLTMH TANETE

PLTMH LEON

PLTMH BONGSO

PLTMH LEDAN

PLTMH PAROMBEAN

PLTMH PALAKKA

PLTMH BARINGIN

PLTS

– 100 Unit

–   10 Unit

–   20 Unit

–   31 Unit

–   2 Unit (PLTS 100 WP)

– 240 Unit

– 200 Unit

–   20 Unit

– 200 Unit

BIOGAS

Mesin TTG Pengolahan

Pangan

PLTMH Tallang Rilau

PLTMH Bulo/Asaan

PLTMH Karangan

Penambahan Jaringan

PLTMH Bungin

Biogas 20 Unit

Mesin TTG Pengolahan

Pangan BBTTG LIPI

Mesin Peng.Hasil Pertanian

PLTMH Labuku

Mesin Peng.Hasil Pertanian

Biogas

Jaringan PLTMH Labuku

PLTMH Limbuang

1.000.000.000

450.000.000

500.000.000

850.000.000

850.000.000

850.000.000

450.000.000

250.000.000

650.000.000

65.000.000

130.000.000

50.000.000

1.560.000.000

1.300.000.000

130.000.000

1.300.000.000

200.000.000

950.000.000

850.000.000

200.000.000

350.000.000

1.125.000.000

350.000.000

900.000.000

900.000.000

388.500.000

258.000.000

400.000.000

792.140.000

850.000.000

942.000.000

65.000.000

186.000.000

45.000.000

50.000.000

1.100.000.000

783.516.000

567.763.000

1.100.000.000

210.000.000

100.000.000

200.000.000

500.000.000

345.000000

1.388.500.000

708.000.000

500.000.000

1.250.000.000

1.642.140.000

1.700.000.000

1.392.000.000

315.000.000

 

650.000.000

65.000.000

130.000.000

186.000.000

50.000.000

1.560.000.000

1.300.000.000

130.000.000

1.300.000.000

45.000.000

250.000.000

 

2.050.000.000

1.633.516.000

567.763.000

1.100.000.000

 

210.000.000

300.000.000

 

350.000.000

1.125.000.000

350.000.000

200.000.000

1.400.000.000

1.245.000.000

DepKop RI

BB TTG LIPI

LSM Jerman

K PDT RI

K PDT RI

DISTAMBEN SULSEL

 

BB TTG LIPI

PNPM

BPPT

DISTAMBEN SULSEL

DISTAMBEN SULSEL

APBD ENREKANG

KPDT RI

PROLISDES SULSEL

DISTAMBEN SULSEL

DISTAMBEN SULSEL

DISTAMBEN SULSEL

APBD ENREKANG

BB TTG LIPI

 

KPDT RI

DISTAMBEN SULSEl

APBD ENREKANG

APBD ENREKANG

APBD ENREKANG

BBTTG LIPI

 

LPE ESDM RI

KPDT RI

LPE ESDM RI

APBD ENREKANG

KEMENKOP RI

KEMENKOP RI

   

16.210.000.000

8.882.919.000

25.092.919.000

 

6. PROGRAM PEMANFAATAN ENERGI LISTRIK PLTMH

Program pemanfaatan Aliran Listrik PLTMH yang telah dibangun di Kabupaten Enrekang selain untuk penerangan juga untuk menggerakan Industri Rumah Tangga. Hal ini ditandai dengan dilaksanakannya Kerjasama Pemda Kabupaten Enrekang dengan BB TTG LIPI Subang pada tahun 2007 dengan membangun Gedung untuk Pengolahan Pangan hasil Perkebunan Masyarakat Desa Tanete.
Hal ini akan dilanjutkan untuk tahun 2008 dengan memanfaatkan Aliran Listrik PLTMH untuk pengolahan hasil perkebunan di Desa-Desa, Seperti Kopi, Lada, Jahe, Markisa, Padi dan hasil perkebunan lainnya dengan menggunakan Teknologi Tepat Guna.
Disisi lain dengan Terbangunnya PLTMH. Pada Bulan Agustus tahun 2007 hasil survey dari Tim BB TTG LIPI Subang pada Desa Potokullin Indeks Prestasi Siswa di 2 (dua) Sekolah Dasar Potokullin menunjukkan hasil yang menggembirakan dengan nilai rata rata hasil Ujian Akhir Nasional (UAN) dari 5, 14 meningkat menjadi 7, 11. Dari total 15 SD yang ada di Kecamatan Buntu Batu 2 (dua) SD Potokullin berada diperingkat 14 dan 15, namun setelah terbangunnya PLTMH Bongso 80 kw, sehingga siswa-siswa dapat belajar dimalam hari dibawah bimbingan Guru-guru mereka. Saat ini 2 (dua) SD Potokullin berada pada Rangking 4 dan 5 dari 15 SD yang ada di Kec. Buntu Batu.
Untuk Program Survey Dampak dari PLTMH yang telah terbangun di Kabupaten Enrekang pada tahun 2009 akan dilakukan survey oleh Tim BB TTG LIPI Subang bekerja sama dengan Pemda Kab. Enrekang.
Pemanfaatan aliran listrik PLTMH dilanjutkan pada tahun 2010 dengan diberikannya bantuan kepada home industry di beberapa desa yang memiliki PLTMH sebagai berikut :
1. Bantuan LIPI untuk pemanfaatan aliran listrik PLTMH Palakka :
– Mesin pemarut kelapa
– Mesin pengolah kopi
– Alat bengkel motor
2. Bantuan Kementerian ESDM untuk pemanfaatan aliran listrik PLTMH Parombean :
– Mesin pengolah kopi
3. Bantuan Kementerian ESDM untuk pemanfaatan aliran listrik PLTMH Karangan :
– Mesin pengolah kopi, mulai dari pengupasan sampai menjadi bubuk
– Mesin pengolah markisa menjadi minuman

7. PEMBANGUNAN DESA DAN DUSUN MANDIRI ENERGI
Hingga tahun 2008 Realisasi Pembangunan Desa Mandiri Energi dan Dusun Energi Mandiri yang menggunakan Energi Baru Terbaharukan di Kabupaten Enrekang adalah :
1. Desa Bungin Sumber Energi PLTMH Bungin 2 x 45 kw
2. Desa Tanete Sumber Energi PLTMH Tanete 20 kw dan PLTS untuk Dusun Labuku
3. Desa Potokullin Sumber Energi PLTMH Bongso 80 kw
4. Desa Ledan Sumber Energi PLTMH Ledan 70 kw
5. Desa Parombean Sumber Energi PLTMH Parombean 70 kw
6. Desa Palakka Sumber Energi PLTMH Palakka 50 kw
7. Desa Baringin Sumber Energi PLTMH Baringin 30 kw
8. Desa Tallang Rilau Sumber Energi PLTMH Tallang Rilau 62 kw
9. Desa Banua Sumber Energi PLTMH Tallang Rilau 62 kw
10. Desa Bulo Sumber Energi PLTMH Bulo/Asaan 2×45 kw
11. Desa Baruka Sumber Energi PLTMH Bungin 2×45 kw
12. Desa Panatakan Sumber Energi PLTMH Bungin 2×45 kw
13. Desa Sawitto Sumber Energi PLTMH Bungin 2×45 kw
14. Desa Labuku Sumber Energi PLTMH Bungin 2×45 kw
15. Dusun Leon Desa Tokkonan Sumber Energi PLTMH Leon 20 kw
16. Dusun Karangan Desa Latimojong Sumber Energi PLTMH Karangan 40 kw
17. Dusun Asaan Desa Kadinge Sumber Energi PLTMH Bulo 2×45 kw
18. Desa Salo Dua Sumber Energi PLTS
19. Desa Patondon Salu Sumber Energi PLTS
20. Desa Lebani Sumber Energi PLTS
21. Desa Baringin Sumber Energi PLTS
22. Desa Ranga Sumber Energi PLTS
23. Desa Kaluppini Sumber Energi PLTS
24. Dusun Bissakan Desa Lebang Sumber Energi PLTS
25. Dusun Orong Desa Rampunan Sumber Energi PLTS
26. Dusun Bibang Desa bolang Sumber Energi PLTS
27. Dusun Baraka Desa Matajang Sumber Energi PLTS

8. PEMBANGUNAN KECAMATAN MANDIRI ENERGI
Program Kecamatan Energi Mandiri di Kabupaten Enrekang akan dilaksanakan pada Tahun 2008, dimana Kecamatan Energi Mandiri tersebut adalah Kecamatan Bungin.
Sumber Pembangkit Listrik Energi Baru Terbaharukan direncanakan dari :
1. Pembangunan PLTMH Bungin Kec. Bungin 2 x 45 kw (Telah terealisasi tahun 2006)
2. Pembangunan PLTMH Tallang Rilau Kec. Bungin 62 kw (Rencana 2008)
3. Pembangunan PLTMH Bulo Kec. Bungin 2 x 45 kw (Rencana 2008)
Aliran Listrik dari Ketiga PLTMH tersebut akan melayani Desa-Desa yang ada di Kecamatan Bungin yaitu : Desa Bungin, Desa Baruka, Desa Sawitto (Resetlemen), Desa Tallang Rilau dan Desa Bulo.

9. KENDALA YANG DIHADAPI

Pada pembangunan PLTMH, PLTS dan Pengadaan Biogas memerlukan dana yang sangat besar dimana keterbatasan dana APBD Kab. Enrekang setiap tahunnya merupakan kendala utama.

A. Tahun 2011 direncanakan pembangunan PLTMH, yaitu :

1. Tambahan 1 Unit Pembangkit 45 kw PLTMH Bungin
2. Tambahan 1 Unit Pembangkit 45 kw PLTMH Bulo
3. PLTMH Lembang 20 kw : untuk 123 rumah
4. PLTMH Malannying 20 kw : untuk 120 rumah
5. PLTMH Panassang/Kalidong 2×7,5 kw : untuk 120 rumah
6. PLTMH Betteng 15 kw : untuk 120 rumah
7. PLTMH Battaran 30 kw : untuk 100 rumah
B. Jumlah Rumah yang membutuhkan PLTS/PLN : 1.347 rumah

C. Jumlah Peternak yang membutuhkan biogas : 700 rumah (Peternak)

Posted Juni 9, 2011 by SNP

One response to “ENERGI

Subscribe to comments with RSS.

  1. biogas fiber dengan penampung biogas include di dalam digester akan lebih efisien dan lebih tahan lama dalam penggunaannya. jadi tidak perlu lagi memakai penampung biogas berbahan polyethilene yang selama ini banyak digunakan.
    Penampung biogas terdapat beberapa kendala antara lain :
    1. butuh space yang agak luas untuk lokasi penempatan penampung biogas.
    2. Mudah bocor karena berbahan plastk polyethilene, artinya maintenancenya butuh concern yang lebih.
    3. Penggunaan manometer pada instalasi diperlukan untuk mengetahui tekanan gas sebelum digunakan baik untuk memasak ataupun listrik.
    4. bahan fiber lebih tahan lama, tidak korosif, dan kalau terjadi keretakan/ kebocoran gampang ditambal lagi..umur digester lebih tahan lama.

    Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: